Di antara najis, ada yang tergolong najis ringan,
sehingga menjadi hilang kenajisannya dengan cukup diperciki air saja.
Tetapi, ada najis yang harus sampai benar benar hilang warna, bau, dan bekasnya,
Bahkan ada nasjid yang harus dicuci dengan air tujuh kali.
Salah satu dari tujuh cucian itu, haruslah dengan tanah.
Kalau najis dapat mengotori tempat, pakaian dan jasad kita,
maka dosa akibat kemaksiatan dapat mengotori roh , hati , dan jiwa.
( sebuah catatan pengajian dengan Ustad Abdul Hakim )
Ada dosa yang terhapus oleh istighfar,
ada pula dosa yang di hapus dengan sholat dan amal kebaikan,
tetapi ada juga dosa yang mungkin tidak hilang kecuali di bakar oleh api penyesalan dan taubat.
Bila api penyesalan dan taubat sulit untuk dinyalakan, maka Allah lah yang akan membantu menyalakannya dengan cara memberikan berbagai penderitaan.
Karena ternyata malapetaka dan bencana membuat orang sadar dan menyesali dosa-dosanya.
Memperlambat taubat berarti memanggil azab.
Imam Ghazali rahimulllahi ta’ala berkata hanya ada dua api yang dapat membakar dosa-dosa, yaitu api penyesalan atau api jahanam.
Orang yang cerdas tentu memilih api yang paling ringan.
...
Beruntung sekali kalau makin banyak kekurangan diri bisa kita identifikasi untuk diperbaiki dengan penuh kesungguhan, ... Janganlah merasa berat untuk menyesali kesalahan, noda dan dosa dosa yang pernah kita lakukan, ... mohonlah Ampunan dari At Tawwab, ... DIA selalu menunggu kita kembali kepada fitrah diri, ...
sehingga menjadi hilang kenajisannya dengan cukup diperciki air saja.
Tetapi, ada najis yang harus sampai benar benar hilang warna, bau, dan bekasnya,
Bahkan ada nasjid yang harus dicuci dengan air tujuh kali.
Salah satu dari tujuh cucian itu, haruslah dengan tanah.
Kalau najis dapat mengotori tempat, pakaian dan jasad kita,
maka dosa akibat kemaksiatan dapat mengotori roh , hati , dan jiwa.
( sebuah catatan pengajian dengan Ustad Abdul Hakim )
Ada dosa yang terhapus oleh istighfar,
ada pula dosa yang di hapus dengan sholat dan amal kebaikan,
tetapi ada juga dosa yang mungkin tidak hilang kecuali di bakar oleh api penyesalan dan taubat.
Bila api penyesalan dan taubat sulit untuk dinyalakan, maka Allah lah yang akan membantu menyalakannya dengan cara memberikan berbagai penderitaan.
Karena ternyata malapetaka dan bencana membuat orang sadar dan menyesali dosa-dosanya.
Memperlambat taubat berarti memanggil azab.
Imam Ghazali rahimulllahi ta’ala berkata hanya ada dua api yang dapat membakar dosa-dosa, yaitu api penyesalan atau api jahanam.
Orang yang cerdas tentu memilih api yang paling ringan.
...
Beruntung sekali kalau makin banyak kekurangan diri bisa kita identifikasi untuk diperbaiki dengan penuh kesungguhan, ... Janganlah merasa berat untuk menyesali kesalahan, noda dan dosa dosa yang pernah kita lakukan, ... mohonlah Ampunan dari At Tawwab, ... DIA selalu menunggu kita kembali kepada fitrah diri, ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar